Langsung ke konten utama

Cowok pendiam

Gue lebih suka lihat cowok pendiam daripada cowok yang mulutnya terbang kemana mana. Gue terkenal pendiam sejak masuk SMP. Akibatnya gue punya sedikit teman. Kata seorang cewek yang pernah aku wawancarai cowok pendiam itu lebih cool. Mungkin dia kira gue ini kayak kulkas.

Cool yang dimaksud adalah keren. Nah, pada zaman dahulu kala. Waktu gue masih SMP penampilan gue gak keren2 amat lah. Dulu itu ya masih samanya rambut mlekeh kata orang Jawa. Rambut mlekeh itu gaya rambut belah dua seperti tomingse. Waktu SMP gue sering pake minyak tanco, jadi kalau berangkat sekolah rambut gue bisa seharian kaku. Tapi setelah kaku biasanya rambut gue langsung mengeluarkan bau yang tak sedap.

Masa - masa SMP adalah masa yang paling indah bagi gue. Gue pernah naksir sama anaknya seorang guru di SMP gue. Gak usah gue sebutin namanya. Pasti lho gak akan kenal. Dia suka sama cowok yang pendiam. Nah, suatu hari dia mau ngajakin aku ke kantin. " An, ke kantin yuk?". Karena gue komitmen untuk diam , maka pertanyaan tadi gue cuekin. Keesokan harinya gue dapat surat. Tulisannya kayak gini "Sebaiknya kita putus aja. Jujur saja aku memang suka sama cowok pendiam. Tapi, diamnya gak kayak kemaren. Aku ajak ke kantin kamunya malah diam terus."

Gue emang serba salah. Sejak kejadian kemarin hatiku terbelah menjadi dua. Hancur berkeping - keping bagaikan kaca pecah. Keesokan harinya aku berubah menjadi cowok yang banyak ngomong. Seluruh teman gue sapa tanpa terkecuali. Seharian gue ngomong tanpa henti. Sampai - sampai teman gue heran melihat tingkah anehku.

Rasanya hari ini gue kayak wartawan, semua teman kagum sama gue. Hingga saat itu mantan gue tahu kalau gue udah berubah. Akhirnya dia ngajak balikan lagi. Suatu saat dia mau ngajak gue ke kantin. "An, ke kantin yuk?"  Gue langsung menjawab pertanyaan tadi dengan seribu jawaban. Rupanya aku sudah gak bisa diam lagi. Keesokan harinya dia ngajakin aku putus.

Terpaksa aku sakit hati untuk yang kedua kali. Jadi cowok pendiam atau tidak bukan menjadi alasan kenapa cewek yang gue sayang mutusin gue. Ternyata cewek itu gak suka cowok yang banyak omong dan gak suka sama cowok pendiam. Yang dia suka hanyalah cowok yang sempurna. Padahal semua manusia tak ada yang sempurna.

Dari kejadian kemarin aku mulai mengerti. Lebih baik gue menjadi diri gue sendiri. Menjadi cowok pendiam memang sudah takdir gue dari kecil. Itulah sifat dan karakter gue. Untuk bisa merubahnya butuh waktu yang lebih lama. Dan pada akhirnya gue jadian sama cewek pendiam. Jadi kalau kita lagi pacaran sama sekali gak ada percakapan yang keluar. Kita lebih asyik pacaran lewat medsos. Itulah kenapa orang yang punya watak pendiam lebih suka koar koar di medsos daripada di dunia nyata. Perlu anda ketahui bahwa orang yang pendiam itu punya milyaran kata di dalam otaknya, namun untuk mengungkapnya terkadang harus berpikir dua kali. Itulah kelebihan orang yang pendiam kayak gue.

Komentar